HAKIM KELUARKAN SURAT, PENYITAAN MOBIL MEWAH

Kasus BNI


Jakarta, 11 Pebruari 2005 20:52
Ketua majelis hakim kasus pembobolan BNI cabang Kebayoran senilai Rp1,24 Trilyun dengan terdakwa Adrian Waworuntu,Jumat akan mengeluarkan surat penetapan penyitaan empat mobil mewah terkait dengan L/C fiktif PT Sagared Team.

“Hari ini akan kami keluarkan surat penetapan penyitaan atas dua Bentley dan dua Ferrari yang total nilainya Rp25 milyar,” kata Ketua majelis Hakim, Roki Panjaitan beberapa saat sebelum sidang ditutup pada pukul 16.05 WIB.

Ketika dikonfirmasikan kepada terdakwa, Adrian mengatakan bahwa keempat mobil itu adalah milik Deddy Budiman Dharma yang memiliki sebuah usaha di Bandung yang dibeli dengan uang yang berasal dari Maria Pauline Lumowa yang ditranfer kepada Debby sebanyak dua kali sehingga berjumlah 4 juta dolar AS.

Adrian mengaku tidak mengetahui keberadaan mobil-mobil itu saat ini. Awalnya Adrian menceritakan bahwa ia diberi kuasa oleh Abdullah Agam, Direktur PT Sagared Team, untuk menagih hutang pada Deddy Budiman Dharma. Namun kemudian surat kuasanya dicabut, sehingga ia tidak mengetahui cerita selanjutnya.

Mengenai penyitaan aset-aset terkait kasus pembobolan BNI, JPU mengaku kesulitan mengejar penyitaan sebelum dilakukan tuntutan sepuluh hari setelah Jumat ini.

“Kami takut waktu 10 hari tidak cukup untuk melakukan penyitaan karena banyaknya barang yang disita akan menjadi pertimbangan dalam membuat tuntutan,” kata Desy Mutia, salah satu JPU.

Menurut Desy, kesulitan terjadi karena penyidik mengatakan sudah resmi membuat komitmen dengan pihak BNI untuk tidak melakukan penyitaan terlebih dahulu. Komitmen itu disepakati sekitar 24 Januari 2004. Namun sekarang, menurut hakim, hal itu dipandang perlu untuk mengembalikan kerugian negara.

“Belum tentu semuanya bisa langsung disita, karena kemungkinan barang yang akan disita sudah beralih kepemilikannya pada pihak ketiga dan bermasalah hukum dengan orang lain,` kata Desy Mutia menjelaskan seusai persidangan.

Ketika ditanya mengenai jumlah nilai aset yang disita, JPU tidak bersedia memperinci namun hanya mengatakan bahwa angkanya sekitar Rp1 Trilyun.

Yang termasuk dalam daftar sitaan antara lain, tanah, dan gedung milik Sagared Team, pabrik, saham-saham serta surat berharga lainnya yang terkait pencairan dana L/C fiktif tersebut.

Sebelumnya di awal persidangan, JPU sempat menunjukkan skema aliran dana yang dibuat oleh Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) yang menjadi acuan jaksa untuk menyita aset mobil mewah tersebut.

Pada akhir persidangan Hakim memberikan kesempatan pada Adrian untuk menyampaikan klarifikasi terhadap segala pernyatan saksis-saksi di persidangan.

Adrian membantah pihaknya mempersulit penyitaan. Semenjak proses penyidikan, dirinya merasa sangat terbuka memberikan segala informasi. Jadi menurut Adrian, terhambatnya penyitaan bukan berasal dari dirinya. [EL, Ant]

http://www.gatra.com/2005-02-11/versi_cetak.php?id=52992

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

    Perihal

    Kebenaran hanya dapat disalahkan, tetapi tidak dapat dikalahkan, Allah akan buktikan kebenaran itu Mutlak

    RSS

    Subscribe Via RSS

    • Subscribe with Bloglines
    • Add your feed to Newsburst from CNET News.com
    • Subscribe in Google Reader
    • Add to My Yahoo!
    • Subscribe in NewsGator Online
    • The latest comments to all posts in RSS

    Meta

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: